Indonesia

Posted: Desember 14, 2007 in Tidak terkategori

…..

……

………

Semenjak duduk di bangku kuliah, khususnya pada saat mendengarkan kuliah PIP, saya baru “mengenal” negara  yang bernama Indonesia ini.  Indonesia ternyata sangat-sangat membutuhkan manusia yang bermoral untuk mengubah rona wajahnya yang saat ini  apabila diibaratkan dengan sebuah wajah, mungkin wajah bangsa yang tercinta ini memiliki cukup banyak jerawat. Hal ini tidak bisa kita pungkiri,  kita harus benar-benar membuka mata dan bercermin untuk dapat melihat seberapa banyak jerawat yang ada pada wajah “ini”. Dan tentunya kita harus segera mencuci muka “ini” dan mencari obat “jerawat”nya! Kita semua pasti tidak menginginkan wajah “ini” dipenuhi noda-noda atau binti-bintik hitam bekas jerawat ditamBah jerawat yang belia dan yang sudah “matang”.

Mengapa saya katakan wajah “ini” begitu berjerawat?!

Banyak faktor yang mengakibatkan wajah berjerawat. Contohnya, asupan makanan yang tidak bergizi, polusi, atau bisa juga diakibatkan oleh stress.

Apakah asupan gizi bangsa kita  memang kurang (atau tidak sehat)? apakah udara kita begitu tercemar sehingga jerawat tidak bisa dihindari lagi, atau apakah kita memang sedang stress? (Atau mungkin kita jarang cuci muka kali ye??hehe..)

Terus terang saya tidak berniat untuk menjelek-jelekkan negara ini. Dada saya terasa begitu sesak setelah membaca, mendengar, dan melihat fenomena di negeri ini. Prestasi yang diraih oleh negara ini bisa diacungi jempol memang. Kita boleh bangga bahwa negara kita adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam. Akan tetapi, kita tidak boleh terlena dengan semua itu. Ingat! Ada dutch desease yang menghantui negara-negara yang kaya akan sumberdaya alamnya. Saya mengetahui jenis penyakit ini setelah membaca buku dosen saya, Ibu Ratna Megawangi, yang berjudul “Semua Berakar pada Karakter”. Buku ini benar-benar membuka wahana kita tentang Indonesia baik bidang pendidikan, politik, maupun sosial budaya. Saya sarankan kepada teman2 untuk membacanya!

Negara kita butuh manusia yang berkarakter atau berakhlak mulia. Butuh pemimpin yang berhati rakyat. Pemimpin yang tunduk pada rakyat.  Bukan hanya pemimpin, tetapi pelaku yang bekerja setiap harinya di tempat kerjanya yang mengatasnamakan dirinya bekerja untuk rakyat, bukan menghabiskan uang rakyat!

Bagaimana caranya??!

to be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s